Skip to main content

Prestasi Atlet Sangat Diapresiasi, Apa Kabar Pekerja Seni?

   


  Belakangan ini banyak sekali pemberitaan mengenai kemenangan gemilang pasangan ganda putri badminton Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu setelah berhasil mengalahkan Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan, pemain bulu tangkis asal China pada pertandingan final Olimpiade Tokyo 2020. Pertandingan itu sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi Indonesia. Kemenangan ini berhasil memberikan medali emas ganda putri pertama Indonesia dalam sejarah bulu tangkis. Berbagai perayaan, apresiasi datang tak henti-henti untuk pasangan ganda putri ini. Seperti janjinya, pemerintah memberikan hadiah 5 miliar rupiah untuk Greysia dan Apriyani. Tidak hanya itu, berbagai tokoh publik juga berlomba- lomba memberikan hadiah khusus bagi dua wanita hebat ini. Cabang toko makanan, rumah, tanah, jasa pelayanan gratis selamanya dan masih banyak lagi. 

    Segala apresiasi ini membuat banyak orang terkejut dengan berbagai hadiah yang mereka terima. Ucapan selamat juga berdatangan dari mana-mana. Mereka sudah menjadi bak dua putri bulan ini. Namun, satu pertanyaan kemudian terlintas. "Bagaimana dengan para pekerja seni, apa kabar?".

    Para pekerja seni seringkali tidak mendapatkan perhatian sebesar itu. Mungkin juga karena belum ada wadah publikasi yang bisa mengemasnya untuk dinikmati secara massal. Tidak hanya di bidang olahraga, para muda-mudi Indonesia juga memiliki banyak prestasi di bidang seni. Ario Anindito, co-creator dari komik fenomelal Star Wars : The High Republic, atau Peggy Hartanto, seorang designer Indonesia yang telah merancang busana untuk sederet artis dunia seperti Gigi Hadid, dan Gwen Stefani. Apakah kamu tahu mereka? Apakah mereka diapresisasi dan didukung sebesar ini?

Ario Anindito, Co-creator Komik Marvel

    Para pekerja seni termasuk penyanyi, penari, penggiat komedi, pelukis, pemahat, perancang busana, tata rias, animator, dan para pekerja seni lainnya masih seringkali terabaikan dari perhatian. Karya-karya dan prestasinya tidak diapresiasi sebesar itu. Lalu, bagaimana para penerusnya akan terpacu dan merasa terdorong untuk menjadi seorang Peggy Hartanto selanjutnya, atau seorang Ario Anindito selanjutnya yang bahkan lebih hebat lagi? 

        Bahkan, mereka seringkali mendapatkan hadiah menarik berupa kesulitan-kesulitan dalam regulasi atau sistem yang belum memadai. Keinginan mereka untuk berkreasi seringkali terbentur dengan perizinan, kurangnya dukungan, permainan orang dalam, pembatasan-pembatasan yang tidak berarti atau penggunaan UU ITE yang terasa semakin di luar perkiraan. Misalnya saja, sistem yang ada saat ini masih seringkali menyulitkan para pencipta lagu, music composer dan tim lainnya. Sistem license , copyright masih belum ada sistem dan regulasi yang jelas. Penayangan film juga seringkali dibatasi dengan dengan berbagai batasan dan sensor. Pembuatan film, karya juga tidak bisa semudah itu. Banyak persyaratan regulasi yang harus dipenuhi, bahkan seringkali dalam proses pemenuhan surat-surat itu, terasa hanya semakin dipersulit. 

    Tidak hanya berbicara mengenai para pekerja seni, atau tidak senang akan apresiasi yang diberikan pada Greysia dan Apriyani. Sangat senang. Apresiasi yang luar biasa kepada mereka mungkin bisa menjadi jalan pembuka untuk dukungan dan apresiasi untuk bidang-bidang lainnya. Semoga tidak hanya bidang olahraga saja, yang mendapatkan dukungan sebesar ini. Semoga secara perlahan, bidang-bidang lain termasuk para pekerja seni dapat memperoleh perhatian lebih, sehingga akan membuka semakin banyak pintu prestasi dan inovasi dari para anak bangsa. 

Comments

Popular posts from this blog

The Platform : Ketika Isu "Spontanous Solidarity" Diangkat Dalam Cerita Yang Menarik #NontonApaHariIni

    Film "The Platform" merupakan sebuah film garapan Galder Gaztelu-Urrutia yang tayang di Netflix mulai 20 Maret 2020. Film ini dengan kuat mengangkat isu mengenai "Spontanious Solidarity", yang mana dalam film ini solidaritas yang dimaksud digambarkan dalam bentuk makanan.     Berikut merupakan sinopsis singkat mengenai film ini ; Goreng bangun di sebuah tempat misterius, penjara yang kejam, jumlah level yang tidak diketahui.Di sana, makanan diturunkan dengan sebuah Platform. Ketika orang-orang di atas menjadi egois dan makan apa pun yang mereka inginkan, sedangkan orang-orang di bawah tidak mendapatkan makanan sama sekali. Sebuah perjuangan yang tidak manusiawi untuk bertahan hidup, tetapi juga kesempatan untuk solidaritas. Lalu, apa yang menarik dari film ini? Setiap bulan, mereka akan ditempatkan di level yang baru. Tentunya, semua penghuni penjara mengerikan tersebut sangat ingin berada di level atas, karena makanan didatangkan dari atas. Orang-orang yang men...

OSIS Melewati Batas Privasi, Yuk Kenali Tugas, Kewenangan OSIS!

      Belum lama ini, pembicaraan mengenai OSIS tengah banyak diperbincangangkan, terutama melalui Twitter. Mereka membicarakan mengenai kesewenang-wenangan dari para pengurus OSIS yang pernah mereka lihat atau alami.  Pembicaran ini tentu tidak muncul begitu saja. Hal ini dimulai dengan cuitan dari seorang pengguna Twitter yang menanyakan kewajaran dari pengalaman buruk yang dialaminya mengenai tindakan OSIS yang menurutnya melewati batas.  " wdyt (what do you thing)? menurut kalian OSIS punya hak ga sih untuk meriksa hp orang lain? konteksnya tuh hp-nya kena razia di sekolah, terus pihak OSIS ngebuka wa (whatsapp), instagram , galeri, history,   google, terus sebagian dari mereka ada yang nyebarin ke orang-orang yang ada di sekolahan tentang apa aja yang mereka lihat di hp tersebut, itu hal yang wajar gak sih? " Begitulah isi cuitannya. Cuitan tersebut kemudian di re-tweet lebih dari 1500 kali, dan lebih dari 3000 kali di quote tweets oleh sesama pen...

Saling Percaya ?Ini Makna Saling Percaya Yang Sering Terlewat

           Setiap manusia tidak bisa hidup sendiri dan memerlukan orang lain. Hubungan antar personal bukanlah suatu hal yang mudah untuk dibangun terlebih dijaga. Untuk menjaga suatu hubungan dibutuhkan sikap saling percaya. Sebelum kita cari tahu makna sebenarnya dari saling percaya, yuk kita simak apa sih anggapan umum dari "Saling Percaya" dalam berbagai jenis hubungan. 1. Makna Umum "Saling Percaya"     1.1 Dalam Hubungan Keluarga               Dalam hubungan keluarga, kamu seringkali mendengar ungkapan saling percaya untuk menggambarkan bahwa kalian sebagai keluarga memiliki niat yang baik satu sama lain. Bahwa kalian sangat mementingkan kepentingan anggota keluarga kalian.  "Keluarga pasti memberikanmu yang terbaik untukmu, tidak mungkin berniat buruk", begitu katanya.  Sering dengar bukan? Seperti ketika kamu diminta untuk lebih rajin belajar, diminta masuk ke jurusan yang diinginkan keluar...