Skip to main content

Saling Percaya ?Ini Makna Saling Percaya Yang Sering Terlewat


        Setiap manusia tidak bisa hidup sendiri dan memerlukan orang lain. Hubungan antar personal bukanlah suatu hal yang mudah untuk dibangun terlebih dijaga. Untuk menjaga suatu hubungan dibutuhkan sikap saling percaya.

Sebelum kita cari tahu makna sebenarnya dari saling percaya, yuk kita simak apa sih anggapan umum dari "Saling Percaya" dalam berbagai jenis hubungan.





1. Makna Umum "Saling Percaya"

    1.1 Dalam Hubungan Keluarga

            Dalam hubungan keluarga, kamu seringkali mendengar ungkapan saling percaya untuk menggambarkan bahwa kalian sebagai keluarga memiliki niat yang baik satu sama lain. Bahwa kalian sangat mementingkan kepentingan anggota keluarga kalian. 

"Keluarga pasti memberikanmu yang terbaik untukmu, tidak mungkin berniat buruk", begitu katanya. 

Sering dengar bukan? Seperti ketika kamu diminta untuk lebih rajin belajar, diminta masuk ke jurusan yang diinginkan keluarga. atau diminta menikah secepatnya dengan calon yang diinginkan keluarga. Saling percaya dalam keluarga seringkali diungkapkan pada saat-saat itu. 

    1.2 Dalam Hubungan Pertemanan

            Dalam hubungan pertemanan, ungkapan saling percaya juga sering digunakan. Pernahkan kamu mendengar "Tenang, cerita aja sama gue, ga bakal bocor kok". Ya, ini adalah salah satu peristiwa paling sering terjadi dalam hubungan pertemanan yang mengungkit soal prinsip saling percaya. 

Bagaimana kamu dapat menceritakan keluh kesah mu karena kamu percaya tidak akan menyebar ke banyak orang. Atau ketika kamu sedang bermusuhan dengan temanmu yang lain. Ungkapan saling percaya seringkali muncul pada kondisi itu, yaitu apakah temanmu percaya akan ceritamu, dan bahwa kamu adalah pihak yang benar dalam masalah itu. 

Sering dong mendengar perdebatan antar teman karena hal-hal ini?

    1.3 Dalam Hubungan Pasangan

            Hubungan dengan pasangan seakan sudah sangat melekat dengan frasa "saling percaya". Katanya, "sebagai pasangan harus saling percaya dong!" ,atau "Bagaimana bisa menjadi pasangan kalai ga saling percaya kalau ga saling percaya, itu landasannya.". 

Untuk kamu yang pernah menjalin hubungan atau mungkin mendengar curhatan temanmu yang pacaran/ menikah pasti tidak asing lagi dengan ungkapan itu. Ungakapn saling percaya dalam suatu hubungan pasangan seringkali dikaitkan dengan masalah orang ketiga dan kesetiaan.

 Maka dari itu, prinsip saling percaya seringkali dipertanyakan kembali oleh pasangan ketika mulai tercium bau-bau perselingkuhan atau mungkin sering menjadi makanan bagi mereka pelaku LDR.

2. Makna Lain Dari Saling Percaya

    Tidak hanya makna-makna umum itu. Ungkapan saling percaya juga mempunyai makna lain yang seringkali terlupakan. Namun, perlu diakui saling percaya merupakan suatu landasan dari segala hubungan antar personal. Apa saja itu? Mari kita simak lebih lanjut!

    2.1 Percaya bahwa orang lain adalah orang yang hebat

           Kamu seringkali back-up pekerjaan orang lain. Kamu seringkali memilih suatu tugas karena kamu merasa teman-temanmu tidak mampu melakukannya. Atau mungkin, kamu membantu orang lain agar orang lain bisa lebih santai dan tidak kesulitan. Kamu ingin meringankan beban orang lain. Kamu ingin menjadi orang yang dapat membantu segala hal. 
Namun, pernahkan kamu sadari bahwa mereka semua adalah juga orang yang hebat. Mereka lebih hebat dari apa yang kamu fikirkan. Mereka mampu kok sebenarnya. Coba deh kamu berikan ruang lebih bagi mereka, berikan mereka kesempatan.

2.2 Percaya bahwa orang lain adalah orang yang kuat

        Ini dia hal yang seringkali terlewat bila sedang membahas mengenai prinsip saling percaya. Pernahkah kamu menonton film/series yang mana ada seorang tokoh yang didiagnosa mengidap suatu penyakit, namun dia berusaha menutupi dari keluarga dan teman-temannya. Dia berusaha menyelesaikan masalah itu sendiri, tanpa perlu menjadi beban atau membuat orang lain cemas dan susah karena dirinya. Pasti kamu sering bukan menemukan cerita demikian? Lalu, bagaimana pendapatmu dengan tindakan itu?

Banyak orang menormalkan tindakan itu, dengan alasan karena tokoh tersebut sebenarnya berniat baik. Namun, bukankah itu yang dinamakan tidak mempercayai orang lain?

Dengan menjadi orang ketiga yaitu sebagai penonton, saya seakan ingin berkata, 

"Hei! Keluargamu lebih kuat dari yang kamu bayangkan! Tidak hanya kamu yang merupakan manusia paling kuat di dunia dan mampu menanggung semua itu sendiri. Keluarga dan teman-temanmu pasti akan sedih, tapi mereka adalah menusia yang sangat kuat. Tidak akan terbebani. Mereka kuat. Bukan hanya kamu yang kuat. " 

Seringkali manusia merasa hanya dirinya yang kuat menanggung semua masalah, bahkan menurutnya mampu menanggung semua masalah seorang diri. Mereka enggan berbicara atau berbagi masalah dengan orang lain karena takut merepotkan atau membebani. Padahal seharusnya mereka juga perlu percaya bahwa keluarga dan teman-temannya juga adalah manusia yang kuat dan akan selalu mendukungnya ketika ada masalah.

2.3 Percaya orang lain setia dan baik

    Kalau kita berbicara kesetiaan dan saling percaya biasanya berkaitan dengan perselingkuhan. Namun, bagaimana dengan kondisi yang berbeda.

Misalnya, seorang laki-laki merasa minder dengan pencapaiannya. Dia merasa tidak cukup mapan untuk pacar/ istrinya. Kemudian ia menjadi kasar atau bahkan meninggalkan pasangannya karena alasan minder dan menginginkan yang terbaik bagi pasangannya. Beberapa dari mereka juga berpikiran bahwa dengan meninggalkan pasangannya, pasangannya memiliki kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik.

Namun, bukankan itu adalah suatu bentuk ketidak percayaan antar pasangan. Saling percaya bukan hanya berarti percaya bahwa pasanganmu tidak akan selingkuh. 

Dengan berfikir bahwa pasanganmu akan lebih bahagia bila bersama pria mapan, bukankah itu berarti kamu tidak percaya bahwa pasanganmu sunggu tulus denganmu? Bukankah itu berarti kamu tidak percaya bahwa pacarmu hebat , kuat dan mampu berjuang bersama? Bukankan itu juga berarti bahwa kamu berfikir bahwa pacarmu adalah orang yang manja dan materialistis?


Percayalah, tidak hanya kamu yang kuat, hebat dan setia. Orang lain juga demikian. Mereka lebih hebat, kuat, baik, dan setia dari apa yang apa yang kamu bayangkan. Maka dari itu, yuk kurangi sok tahu, dan tingkatkan rasa percaya mu kepada orang lain. 





Comments

Popular posts from this blog

The Platform : Ketika Isu "Spontanous Solidarity" Diangkat Dalam Cerita Yang Menarik #NontonApaHariIni

    Film "The Platform" merupakan sebuah film garapan Galder Gaztelu-Urrutia yang tayang di Netflix mulai 20 Maret 2020. Film ini dengan kuat mengangkat isu mengenai "Spontanious Solidarity", yang mana dalam film ini solidaritas yang dimaksud digambarkan dalam bentuk makanan.     Berikut merupakan sinopsis singkat mengenai film ini ; Goreng bangun di sebuah tempat misterius, penjara yang kejam, jumlah level yang tidak diketahui.Di sana, makanan diturunkan dengan sebuah Platform. Ketika orang-orang di atas menjadi egois dan makan apa pun yang mereka inginkan, sedangkan orang-orang di bawah tidak mendapatkan makanan sama sekali. Sebuah perjuangan yang tidak manusiawi untuk bertahan hidup, tetapi juga kesempatan untuk solidaritas. Lalu, apa yang menarik dari film ini? Setiap bulan, mereka akan ditempatkan di level yang baru. Tentunya, semua penghuni penjara mengerikan tersebut sangat ingin berada di level atas, karena makanan didatangkan dari atas. Orang-orang yang men...

OSIS Melewati Batas Privasi, Yuk Kenali Tugas, Kewenangan OSIS!

      Belum lama ini, pembicaraan mengenai OSIS tengah banyak diperbincangangkan, terutama melalui Twitter. Mereka membicarakan mengenai kesewenang-wenangan dari para pengurus OSIS yang pernah mereka lihat atau alami.  Pembicaran ini tentu tidak muncul begitu saja. Hal ini dimulai dengan cuitan dari seorang pengguna Twitter yang menanyakan kewajaran dari pengalaman buruk yang dialaminya mengenai tindakan OSIS yang menurutnya melewati batas.  " wdyt (what do you thing)? menurut kalian OSIS punya hak ga sih untuk meriksa hp orang lain? konteksnya tuh hp-nya kena razia di sekolah, terus pihak OSIS ngebuka wa (whatsapp), instagram , galeri, history,   google, terus sebagian dari mereka ada yang nyebarin ke orang-orang yang ada di sekolahan tentang apa aja yang mereka lihat di hp tersebut, itu hal yang wajar gak sih? " Begitulah isi cuitannya. Cuitan tersebut kemudian di re-tweet lebih dari 1500 kali, dan lebih dari 3000 kali di quote tweets oleh sesama pen...