Skip to main content

Gerakan Positifin Postingan, Gerakan Positif Di Masa Sulit

    


Belakangan ini, sebuah gerakan baik bernama "Positifin Postingan", banyak digaungkan oleh pengguna media sosial. Gerakan ini sebenarnya simpel, yaitu berusaha membawa sebanyak mungkin orang untuk menyebarkan berita-berita positif yang bisa meningkatkan semangat orang yang membacanya. Dengan banyaknya berita positif, berita-berita negatif yang seringkali HOAX atau bikin panik bisa tertutupi. 

Belakangan ini, kondisi seringkali memang kurang bersahabat. Suara ambulance yang bersaut-sautan , headline berita yang selalu membahas hal yang tidak mengenakan, info-info dari grup whatsapp yang hanya membuat semakin panik dan cemas, sampai postingan instagram story yang seharusnya menjadi hiburan telah berubah penuh dengan tulisan "butuh donor konvalesen" atau bahkan berita duka cita.

Niat hati ingin sejenak melupakan suara ambulance yang membuat cemas, melupakan saldo ATM yang kian menipis, lalu berfikir ingin membuka media sosial sebagai hiburan sementara. Ternyata, media sosial juga hanya memberikan dan menambah kekhawatiran itu. Berita seakan penuh akan kecemasan. Penghuni-penghuni group whatsapp tidak lagi menyuguhkan lelucon-lelucon konyol receh melainkan penuh dengan berita-berita, tips terhindar sakit yang HOAX, atau berbagai jenis konspirasi yang hanya semakin memusingkan fikiran.

Melihat berbagai kondisi tersebut, pengguna-pengguna media sosial ingin mengembalikan media sosial sebagai tempat untuk mendapatkan hiburan dan semangat melalui gerakan #positifinpostingan. Katanya, satu baskom air bila dicampur dengan satu gelas garam tidak akan se-asin bila segelas air dicampur dengan segelas garam. Maka dari itu, bila kondisi saat ini memang sedang buruk, mengapa tidka diperbanyak berita-berita dan semangat positif sehingga fikiran kita akhirnya tidak seruwet sebelumnya? Akankah terasa lebih baik?

Gerakan ini tidak diketahui pasti bermula dari siapa, namun gerakan ini mulai diketahui banyak orang ketika salah satu komedian sekaligus youtuber komedi, Tretan Muslim dan kemudian diikuti oleh komedian dan presenter ternama Indonesia, Ananda Omesh. 

Postingan Ananda Omesh dengan gerakan #PositifinPostingan alt

Postingan dari 2 figur publik dengan banyak pengikuti di media sosial tersebut sontak mendapatkan perhatian dari masyarakat. Postingan Ananda Omesh juga kemudian di berikan sorotan lebih melalui salah satu postingan @folkative pada 14 Agustus 2021. Dengan berbagai saluran itu, semakin banyak pengguna media sosial yang ikut bersuara dan memberikan pesan/kalimat positifnya.


"Mulai dari nonton Korea, anime, film barat, yang bikin bangga itu, aku jadi banyak belajar bahasa baru. Annyeong, semangat, cingu! ", tulis pemilik akun @daaaheldaaa

"Senang banget jadi punya waktu buat skincare-an di rumah...",


Gerakan ini masih terus berlanjut, dan diperlukan semangat dari setiap pengguna media sosial untuk berjuang bersama melawan kondisi sulit ini! Yuk kita bersama-sama #positifinpostingan dan berikan semangat positif mu melalui postingan yang kamu bagikan! Bagikan semangat, doa, rasa syukurmu atau lelocon receh yang bisa menaikkan mood pembacanya! Semangat!

Comments

Popular posts from this blog

The Platform : Ketika Isu "Spontanous Solidarity" Diangkat Dalam Cerita Yang Menarik #NontonApaHariIni

    Film "The Platform" merupakan sebuah film garapan Galder Gaztelu-Urrutia yang tayang di Netflix mulai 20 Maret 2020. Film ini dengan kuat mengangkat isu mengenai "Spontanious Solidarity", yang mana dalam film ini solidaritas yang dimaksud digambarkan dalam bentuk makanan.     Berikut merupakan sinopsis singkat mengenai film ini ; Goreng bangun di sebuah tempat misterius, penjara yang kejam, jumlah level yang tidak diketahui.Di sana, makanan diturunkan dengan sebuah Platform. Ketika orang-orang di atas menjadi egois dan makan apa pun yang mereka inginkan, sedangkan orang-orang di bawah tidak mendapatkan makanan sama sekali. Sebuah perjuangan yang tidak manusiawi untuk bertahan hidup, tetapi juga kesempatan untuk solidaritas. Lalu, apa yang menarik dari film ini? Setiap bulan, mereka akan ditempatkan di level yang baru. Tentunya, semua penghuni penjara mengerikan tersebut sangat ingin berada di level atas, karena makanan didatangkan dari atas. Orang-orang yang men...

OSIS Melewati Batas Privasi, Yuk Kenali Tugas, Kewenangan OSIS!

      Belum lama ini, pembicaraan mengenai OSIS tengah banyak diperbincangangkan, terutama melalui Twitter. Mereka membicarakan mengenai kesewenang-wenangan dari para pengurus OSIS yang pernah mereka lihat atau alami.  Pembicaran ini tentu tidak muncul begitu saja. Hal ini dimulai dengan cuitan dari seorang pengguna Twitter yang menanyakan kewajaran dari pengalaman buruk yang dialaminya mengenai tindakan OSIS yang menurutnya melewati batas.  " wdyt (what do you thing)? menurut kalian OSIS punya hak ga sih untuk meriksa hp orang lain? konteksnya tuh hp-nya kena razia di sekolah, terus pihak OSIS ngebuka wa (whatsapp), instagram , galeri, history,   google, terus sebagian dari mereka ada yang nyebarin ke orang-orang yang ada di sekolahan tentang apa aja yang mereka lihat di hp tersebut, itu hal yang wajar gak sih? " Begitulah isi cuitannya. Cuitan tersebut kemudian di re-tweet lebih dari 1500 kali, dan lebih dari 3000 kali di quote tweets oleh sesama pen...

Saling Percaya ?Ini Makna Saling Percaya Yang Sering Terlewat

           Setiap manusia tidak bisa hidup sendiri dan memerlukan orang lain. Hubungan antar personal bukanlah suatu hal yang mudah untuk dibangun terlebih dijaga. Untuk menjaga suatu hubungan dibutuhkan sikap saling percaya. Sebelum kita cari tahu makna sebenarnya dari saling percaya, yuk kita simak apa sih anggapan umum dari "Saling Percaya" dalam berbagai jenis hubungan. 1. Makna Umum "Saling Percaya"     1.1 Dalam Hubungan Keluarga               Dalam hubungan keluarga, kamu seringkali mendengar ungkapan saling percaya untuk menggambarkan bahwa kalian sebagai keluarga memiliki niat yang baik satu sama lain. Bahwa kalian sangat mementingkan kepentingan anggota keluarga kalian.  "Keluarga pasti memberikanmu yang terbaik untukmu, tidak mungkin berniat buruk", begitu katanya.  Sering dengar bukan? Seperti ketika kamu diminta untuk lebih rajin belajar, diminta masuk ke jurusan yang diinginkan keluar...